Tuhan itu ada dan pasti mendengar doa kita

Friday, April 30, 2010

DIAM

Diam..
Orang bilang diam itu emas.. Ada yang bilang diam itu tanda setuju tapi ada yang bilang tanda tak mengerti. Orang lain bilang bahwa diam itu adalah suatu bentuk bahwa dirinya ingin sendiri.Tapi bagiku diam adalah dimana aku sudah merasa tidak nyaman dengan suatu keadaan yang membuat aku hanya bisa diam dan menuruti jalannya kehidupan yang diberikan Tuhan.

Bagiku orang diam bukan berarti tanda setuju terhadap apa yang diberikan, mereka memilih diam karena tidak ingin berdebat lebih banyak.
Orang diam tanda tak mengerti. Aku berpikiir, diam tidak selalu orang tidak mengerti, tetapi diam bisa berarti orang itu sedang berpikirr untuk keadaan yang datang.
Diam tak berarti menyendiri,aku selalu berada di keramaian namun aku selalu diam, karena aku berusaha untuk mencari tahu lingkungan ku yang baru.

Diam,,aku merasa diam tidak lebih baik,karena kita tidak dapat menyampaikan apa yang ada di dalam hati dan otak kita. Diam membuat aku tak leluasa untuk berbuat sesuai dengan apa yang ada di hati. Aku tak ingin terus-terusan diam dan menuruti kemauan orang lain, namun apa daya ku,aku tak bisa berbuat apa-apa,sekalinya aku berbicara maka perkataan ku itu selalu salah,dan mewajibkan aku harus meminta maaf, tanpa mereka tahu bagaimana perasaan ku dan bagaimana rasanya berada di posisiku. Sekalinya aku berbicara maka kata-kata itu akan terus diingat sampai akhir hayat.
Aku tak mengerti terkadang aku harus mengucapkan kata maaf untuk sesuatu yang tak pernah aku lakukan, bahkan terkadang aku meminta maaf hanya sebagai topeng karena aku tak mau membiarkan masalahnya berlarut-larut.
Diam membuat aku terkungkung dengan segala sikap dan segala tindakan,karena diamku aku hanya bisa bilang "IYA" padahal di dalam hati aku meronta tidak menginginkan hal itu terjadi.
Karena Diam aku selalu bersikap manis dan menutupi diri ini dengan topeng.

Thursday, April 29, 2010

sabar..

mencoba buat bersabar menjadi kata yang pantas buatku hari ini
tak seindah yang dibayangkan bahkan tak semulus yang direncanakan hanya
orang bilang manusia bisa mempunyai rencana maka Tuhan yang menentukan, kalimat ini membuatku tersadar akan khayalan ku,harapan-harapanku di masa lalu.
Harapan-harapan memberikan motivasi terbesar bagi diriku. aku percaya jika harapan itu ada karena aku ingin mencapainya, dan jika kamu ingin mencapai harapan tersebut maka kamu harus berusaha lebih keras lagi agar semua harapan mu tercapai. dulu aku yakin bahwa jika motivasi ku tinggi akan harapan-harapan ini, namun hari ini,detik ini semua harapan-harapan itu lenyap,bahkan tak berbekas.
aku tak tahu kenapa terjadi,hanya karena kesalahan kecil membuat semua ini terjadi. semua nya terjadi dengan begitu cepat.membuat aku tak berhenti menyesali kesalahanku, sekarang aku hanya bisa mencoba bersabar agar semuany kembali seperti semula.

Monday, March 22, 2010

16 bulan kebersamaan...

HAPPY ANNIVERSARY SAYANGKUU,,DECHO TIO IID PUTRA..

I'M ALWAYS LOVING YOU...

BE WITH ME FOREVER...

LOVE YOU...............
:)

Sunday, February 28, 2010

cerita..

8 bulan hubungan ku dijalani dengan rasa yg sangat dingin,,duniaku seperti duniaku sendri,,sedangkan dirinya memiliki dunia lain yg jauh dari duniaku..aku adalah aku dan dirinya adalah dirinya,,hari-hari ku lewati hanya dengan berstatus "in a relationship" tanpa aku merasakan bahwa aku benar-benar memiliki suatu hubungan dengannya memiliki dirinya seutuhnya..hari-hari selalu aku jalani dengan sendirinya,,teman dan teman yg selalu ada didekat dan bersama diriku..terkadang aku malu ketika aku ditanya oleh seorang teman "mana pacar? sekarang lagi sibuk apa dy?" dan aku hanya bisa menjawab dengan tersenyum,hanya senyuman tanpa bisa berkata-kata...

sampai pada usia hubungan ku yg ke-9,,entah kenapa aku bosan dengan hubungan yg telah kujalani,,aku menyukai orang lain yg sempat sejenak masuk ke dalam kehidupanku...dengan dirinya aku mendapatkan apa yg tidak aku dapatkan dari sang kekasih..
sampai akhirnya dia mengetahui perasaan ku yg dengan orang tsb,,aku mulai bicara padanya kalo aku jenuh dengan semua problema yg ada dalam hubungan kami,,dengan semua permasalahan-permasalahan yg berkutat pada satu masalah,dengan segala kecuekannya,dengan segala emosi dan rasa egoisnya terhadap diriku..entah mengapa setelah kejadian itu pacarku mengalami perubahan yg sangat drastis,,bukan hanya orang lain melainkan aku juga tidak percaya atas apa yg telah terjadi,,semua nya seolah berawal kembali..sampai pada usia 13 bulan hubungan kami,,suatu kenyataan pahit yg membuat ku sampai sekarang tak dapat bahkan tak bisa mempercayai dirinya lagi,,bahkan membuat ku seolah2 berkata-kata bahwa semua pria didunia pembohong..
lebih dari 6 bulan dy memb0hongi aku terhadap perasaan seorang temannya yg menyayangi dirinya,,sakit aku dibuatnya,,aku dibohongi setelah sekian lama aku mengabdikan diriku padanya,,berjanji untuk setia namun apa kenyataan pahit yg telah aku terima,,membuat aku sakit,,membuat aku makin tidak mempercayai dengan omongan laki-laki..

Tuesday, February 9, 2010

cerita..

Lima tahun usia pernikahanku dengan Ellen sungguh masa yang
sulit.
Semakin hari semakin tidak ada kecocokan diantara kami. Kami
bertengkar karena hal-hal kecil. Karena Ellen lambat
membukakan pagar
saat aku pulang kantor. Karena meja sudut di ruang keluarga
yang ia
beli tanpa membicarakannya denganku, bagiku itu hanya
membuang uang
saja.

Hari ini, 27 Agustus adalah ulang tahun Ellen. Kami
bertengkar pagi
ini karena Ellen kesiangan membangunkanku. Aku kesal dan tak
mengucapkan selamat ulang tahun padanya, kecupan di
keningnya yang
biasa kulakukan di hari ulang tahunnya tak mau kulakukan. Malam
sekitar pukul 7, Ellen sudah 3 kali menghubungiku untuk
memintaku
segera pulang dan makan malam bersamanya, tentu saja
permintaannya
tidak kuhiraukan.

Jam menunjukkan pukul 10 malam, aku merapikan meja kerjaku dan
beranjak pulang. Hujan turun sangat deras, sudah larut malam
tapi
jalan di tengah
kota Jakarta masih saja macet, aku
benar-benar dibuat
kesal oleh keadaan. Membayangkan pulang dan bertemu dengan Ellen
membuatku semakin kesal!
Akhirnya aku sampai juga di rumah pukul 12 malam, dua jam
perjalanan
kutempuh yang biasanya aku hanya membutuhkan waktu 1 jam
untuk sampai
di rumah.

Kulihat Ellen tertidur di sofa ruang keluarga. Sempat aku
berhenti di
hadapannya dan memandang wajahnya. "Ia sungguh cantik"
kataku dalam
hati, "Wanita yang menjalin hubungan denganku selama 7 tahun
sejak
duduk di bangku SMA yang kini telah kunikahi selama 5 tahun,
tetap
saja cantik". Aku menghela nafas dan meninggalkannya pergi,
aku ingat
kalau aku sedang kesal sekali dengannya.

Aku langsung masuk ke kamar. Di meja rias istriku kulihat
buku itu,
buku coklat tebal yang dimiliki oleh istriku. Bertahun-tahun
Ellen
menulis cerita hidupnya pada buku coklat itu. Sejak sebelum
menikah,
tak pernah ia ijinkan aku membukanya. Inilah saatnya! Aku tak
mempedulikan Ellen, kuraih buku coklat itu dan kubuka
halaman demi
halaman secara acak.

-14 Februari 1996. Terima kasih Tuhan atas pemberianMu yang
berarti
bagiku, Vincent, pacar pertamaku yang akan menjadi pacar
terakhirku.

Hmm… aku tersenyum, Ellen yakin sekali kalau aku yang akan
menjadi suaminya.

-6 September 2001, Tak sengaja kulihat Vincent makan malam dengan
wanita lain sambil tertawa mesra. Tuhan, aku mohon agar
Vincent tidak
pindah ke lain hati.

Jantungku serasa mau berhenti...

-23 Oktober 2001, Aku menemukan
surat ucapan terima kasih untuk
Vincent, atas candle light dinner di hari ulang tahun
seorang wanita
dengan nama Melly. Siapakah dia Tuhan? Bukakanlah mataku
untuk apa
yang Kau kehendaki agar aku ketahui…

Jantungku benar-benar mau berhenti. Melly, wanita yang
sempat dekat
denganku disaat usia hubunganku dengan Ellen telah mencapai
5 tahun.
Melly, yang karenanya aku hampir saja mau memutuskan
hubunganku dengan
Ellen karena kejenuhanku. Aku telah memutuskan untuk tidak
bertemu
dengan Melly lagi setelah dekat dengannya selama 4 bulan, dan
memutuskan untuk tetap setia kepada Ellen. Aku sungguh tak
menduga
kalau Ellen mengetahui hubunganku dengan Melly.

-4 Januari 2002, Aku dihampiri wanita bernama Melly, Ia
menghinaku dan
mengatakan Vincent telah selingkuh dengannya. Tuhan, beri
aku kekuatan
yang berasal daripadaMu.

Bagaimana mungkin Ellen sekuat itu, ia tak pernah mengatakan
apapun
atau menangis di hadapanku setelah mengetahui aku telah
menghianatinya. Aku tahu Melly, dia pasti telah membuat hati
Ellen
sangat terluka dengan kata-kata tajam yang keluar dari mulutnya.
Nafasku sesak, tak mampu kubayangkan apa yang Ellen rasakan
saat itu.

-14 Februari 2002, Vincent melamarku di hari jadi kami yang
ke-6. Tuhan
apa yang harus kulakukan? Berikan aku tanda untuk keputusan
yang harus
kuambil.

-14 Februari 2003, Hari minggu yang luar biasa, aku telah menjadi
Nyonya Alexander Vincent Winoto. Terima kasih Tuhan!

18 Juli 2005, Pertengkaran pertama kami sebagai keluarga.
Aku harap
aku tak kemanisan lagi membuatkan teh untuknya. Tuhan, bantu
aku agar
lebih berhati-hati membuatkan teh untuk suamiku.

-7 April 2006, Vincent marah padaku, aku tertidur pulas saat
ia pulang
kantor sehingga ia menunggu di depan rumah agak lama.
Seharian aku
berada mall mencari jam idaman Vincent, aku ingin membelikan
jam itu
di hari ulang tahunnya yang tinggal 2 hari lagi. Tuhan, beri
kedamaian
di hati Vincent agar ia tidak marah lagi padaku, aku tak
akan tidur di
sore hari lagi kalau Vincent belum pulang walaupun aku lelah.

Aku mulai menangis, Ellen mencoba membahagiakanku tapi aku malah
memarahinya tanpa mau mendengarkan penjelasannya. Jam itu
adalah jam
kesayanganku yang kupakai sampai hari ini, tak kusadari ia
membelikannya dengan susah payah.

-15 November 2007, Vincent butuh meja untuk menaruh kopi di ruang
keluarga, dia sangat suka membaca di sudut ruang itu. Tuhan,
bantu aku
menabung agar aku dapat membelikan sebuah meja, hadiah
Natal
untuk
Vincent.

Aku tak dapat lagi menahan tangisanku, Ellen tak pernah
mengatakan
meja itu adalah hadiah
Natal untukku. Ya, ia memang
membelinya di
malam
Natal dan menaruhnya hari itu juga di ruang keluarga.

Aku sudah tak sanggup lagi membuka halaman berikutnya. Ellen
sungguh
diberi kekuatan dari Tuhan untuk mencintaiku tanpa syarat.
Aku berlari
keluar kamar, kukecup kening Ellen dan ia terbangun…
"Maafkan aku
Ellen, Aku mencintaimu, Selamat ulang tahun…"

Wednesday, November 11, 2009

cinta 100 hari

Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun, hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.

Tina: "Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi
waktu denganku."
Justify Full
Peter: "Kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. Cuma kita berdua
saja yang tidak punya pasangan sekarang."
(keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)

Tina: "Kayaknya aku ada ide bagus deh. Kita adakan permainan yuk?"
Peter: "Eh? Permainan apaan?"

Tina: "Eng... Gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi
pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. Gimana menurutmu?"

Peter: "Baiklah.... Lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa bulan
ke depan."

Tina: "Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya... Semangat dong! Hari ini akan
jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?"

Peter: "Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi maen
deh. Katanya film itu bagus"

Tina: "OK dech.... Yuk kita pergi sekarang. Tar pulang nonton kita ke
karaoke ya...
Ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru."

Peter: "Boleh juga..."
(mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina pulang
malam harinya)

Hari ke 2:
Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe,
suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati
mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli sebuah
kalung perak berliontin bintang untuk Tina.


Hari ke 3:
Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabat
Peter.
Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli
sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di
foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai
berpegangan tangan untuk pertama kalinya.

Hari ke 7:
Bermain bowling dengan teman-teman Peter. Tangan tina terasa sakit karena
tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Peter memijit-mijit tangan Tina
dengan lembut.

Hari ke 25:
Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay . Bulan sudah menampakan diri,
langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka
duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan
suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang langit, dan
melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.

Hari ke 41:
Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter. Bukan
kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam
hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu
menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang
tahunnya.

Hari ke 67:
Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama,dan
mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy bear
untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.

Hari ke 72:
Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China.. Tina
penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya
mengatakan "Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang", kemudian peramal itu
meneteskan air mata.

Hari ke 84:
Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi
karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan sandal dan
berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya
pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam, dan
mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.

Hari ke 99:
Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana.
Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.


15:20
Tina: "Aku haus.. Istirahat dulu yuk sebentar."
Peter: "Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu
mau minum apa?"
Tina: "Aku saja yang beli. Kamu kan capek sudah menyetir keliling kota hari
ini. Sebentar ya"
Peter mengangguk. Kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta
selalu macet.



15:30
Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum kembali juga.
Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah
panik.
Peter: "Ada apa pak?"
Orang asing: "Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu
adalah temanmu"
Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu.
Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang,tergeletak
tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya.
Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat.
Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit.
Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.


23:53
Dokter: "Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. Dia masih
bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput. Kami menemukan
surat ini dalam kantung bajunya."
Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia
segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat tetapi
terlihat damai.
Peter duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam tangan Tina dengan
erat.
Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan torehan luka yang sangat
dalam di hatinya.
Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya.
Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.


Dear Peter...
Ke 100 hari kita sudah hampir berakhir.
Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu.
Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak,
tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku.
Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku.
Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi
sebelumnya.
Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang
hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh
malam itu di pantai,
Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi
kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur
hidupku. Peter, aku sangat sayang padamu.

23:58
Peter: "Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat
meniup lilin ulang tahunku?
Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya..
Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! Hari yang kita lalui baru berjumlah 99
hari!
Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama!
Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku
kesepian!
Tina, Aku sayang kamu...!"

Jam dinding berdentang 12 kali.... Jantung Tina berhenti berdetak.
Hari itu adalah hari ke 100...


Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat.
Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan
pernah kembali lagi.




tidak harus berwujud "bunga"

Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang Alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di hati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang. Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-2 saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.
Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-2 sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.
Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian. “Mengapa?”, dia bertanya dengan terkejut. “Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan” Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.
Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya? Dan akhirnya dia bertanya, “Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?”. Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, “Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya: Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?”
Dia termenung dan akhirnya berkata, “Saya akan memberikan jawabannya besok.” Hati saya langsung gundah mendengar responnya. Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-2an tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan…. “Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya.”
Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya. “Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-2 saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya.” “Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang.”. “Kamu suka jalan-2 ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu.”
“Kamu selalu pegal-2 pada waktu ‘teman baikmu’ datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.” “Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi ‘aneh’. Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami.”
”Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu.” “Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-2 bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu”.
”Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku.” “Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu.” “Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu. aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu.”
Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya. “Dan sekarang, sayangku, kamu telah selasai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri di sana menunggu jawabanmu.” “Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia.”. Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.
Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku. Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.

Karena cinta tidak selalu harus berwujud “bunga”.